4/22/2009

SUNAN AMPEL

WALISONGO II
S U N A N A M P E L

1. RADEN RAHMAT

Raden Ahmad Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel adalah cucu Raja Cempa. Ayahnya bernama Asmarakandi yang kawin dengan putri raja Cempa yang bernama Dewi Candrawulan. Adik dari putri Dewi Candrawulan bernama Dewi Anarawati atau Dwarawati diperistri oleh Raja Brawijaya Majapahit. Konon perkawinan antara Raja Majapahit dan Putri Dwarawati ini atas scenario para wali, tujuannya agar raja Majapahit itu mau masuk agama Islam, atau setidaknya memberikan kelonggaran agar Islam bekembang dan tersiar di Majapahit.
Setelah Kake Bantal atau Syeh Maulana Malik Ibrahim meninggal dunia pada tahun 1419, para wali berfikir untuk mencari penggantinya. Atas usul Syeh Maulana Ishak maka didatangkanlah Raden Rahmat dari Cempa ke Pulau Jawa. Mula-mula Raden Rahmat langsung menuju Istana Majapahit karena Ratu Dwarawati adalah bibinya sendiri, Raden Rahmat selama tinggal di Majapahit mencoba mengajak Prabu Brawijaya masuk agama Islam. Tetapi Raja Majapahit itu tidak bersedia, sang Prabu berniat menjadi raja Budha yang terakhir di Majapahit. Meski demikian Prabu Brawijaya tidak menghalang-halangi rakyat dan keluarga kerajaan masuk agama Islam. Sang Prabu bahkan menghadiahkan sebuah tempat yang terletak di desa Ampeldenta kepada Raden Rahmat sebagai pusat pendidkan agama Islam. Prabu Brawijaya sendiri merasa senang dan suka kepada Raden Rahmat karena tutur bahasa dan sifatnya yang lemah lembut. Raden Rahmat kemudian disuruh memilih sekian banyak putri Majapahit untuk dijadikan Istirinya. Akhirnya Raden Rahmat memilih Dewi Condrowati sebagai Istirinya, dengan demikian Raden Rahmat itu adalah menantu Raja Majapahit dan termasuk salah seorang pangeran Majapahit, itu
Sebabnya beliau disebut Raden.
Di Ampeldenta beliau membuka Pesantren, banyak putra Adipati dan bangsawan Majapahit yang belajar kepada beliau. Diantara murid-murid Sunan Ampel mempunyai karomah dan banyak yang menjadi wali.
Sunan Ampel wafat pada tahun 1478. Dimakamkan disebelah barat Masjid Sunan Ampel. Hampir tiap hari makam beliau banyak diziarahi orang bahkan pada malam hari masih banyak juga orang yang berziarah ke makam beliau terutama pada malam Jum’at Legi.
Ada satu keanehan di sana, kalau anda menimba air di daerah Surabaya kebanyakan air itu rasanya asin dan anyit. Tapi tidak dengan halnya dengan air sumur yang ada di Masjid Sunan Ampel. Air tersebut rasanya segar dan konon bila diminum dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Sunan Ampel mempunyai dua oran istri yaitu Dewi Condrowati dan Nyai Karimah.
Dengan Dewi Condrowati beliau mempunyai ketukunan sebagai Berikut:
1. Siti Syariah (menjadi Istri Sunan Kudus)
2. Siti Mutmainah (menjadi Istri Sunan Gunung Jati)
3. Siti Khafshah (menjadi Istri Sunan Kalijogo)
4. Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang)
5. Raden Qosim (Sunan Drajad Sedayu)
Dengan istri kedua yaitu Nyai Karimah dikaruniai dua orang putri yaitu:
1. Dewi Murthosiah (menjadi Istri Sunan Giri).
2. Dewi Murthosimah (menjadi Istri Raden Fatah).

2. KISAH MBAH SOLEH MURID SUNAN AMPEL

Adalah sebuah keajaiban yang tak ada duanya, ada seorang manusia di kubur hingga sembilan kali. Ini bukan cerita buatan melainkan ada buktinya. Disebelah timur Masjid Agung Sunan Ampel ada sembilan kuburan,itu bukan kuburan sembilan orang tapi hanya kuburan seorang yaitu murid Sunan Ampel yang bernama Mbah Soleh. Kisahnya demikianlah, Mbah Soleh adalah tukang sapu masjid Ampel dimasa hidupnya Sunan Ampel. Apabila menyapu lantai masjid sangatlah bersih sekali sehingga orang yang sujud di masjid tanpa sajadah tidak merasa ada debunya.
Ketika Mbah Soleh wafat beliau dikubur di depan masjid. Ternyata tidak ada santri yang sanggup mengerjakan pekerjaan Mbah Soleh yaitu menyapu lantai masjid dengan bersih sekali. Maka sejak Ditinggal Mbah Soleh. Kisahnya demikian mbah saleh adalah tukang nyapu masjid ampel di masa hidupnya sunan ampel.Apa bila menyapu lantai masjid sangatlah bersih sekali sehingga orang yang sujud di masjid
tanpa sajadah tidak merasa ada debunya.
Ketika mbah soleh wafat beliau di kubur di depan masjid. Ternyata tidak ada santri yang sanggup mengerjakan pekerjaan mbah saleh yaitu menyapu lantai masjid dengan bersih sekali. Maka sejak di tinggal mbah saleh masjid itupun lantainya menjadi kotor. Kemudian terucaplah kata-kata sunan Ampel,”
Bila mbah soleh masih hidup tentulah masjid ini menjadi bersih lagi. Mendadak Mbah soleh ada di pengimaman masjid sedang menyapu lantai. Seluruh lantai pun sekarang menjadi bersih lagi. Orang-orang pada heran melihat mbah saleh hidup lagi.
Beberapa lama kemudian mbah saleh wafat lagi dan di kubur di samping kuburannya dahulu. Masjid menjadi kotor lagi lalu terucaplah kata-kata sunan ampel seperti dulu mbah saleh pun hidup lagi. Hal ini berlangsung beberapa kali sehingga kuburannya ada delapan pada saat kuburan mbah saleh sunan ampel meninggal dunia. Beberapa bulan kemudian mbah saleh meninggal dunia sehingga kuburan mbah saleh ada sembilan, kuburan yang terakhir di ujung paling timur. Jika anda sempat berziarah ke makam sunan ampel jangan lupa untuk berdo’ah di depan mbah saleh.

3.KISAH MBAH SONHAJI MURID SUNAN AMPEL

Mbah sonhaji sering di sebut mbah bolong. Ini bukan elar kosong atau sekedar sebuah olok-olokan. Beliau salah seorang murid sunan ampel yang juga mempunyai karomah luar biasa. Kisahnya demikian pada waktu pembangunan masjid agung sunan ampel. Sonhajilah yang di tugasi mengatur letak pengimamanya. Sonhaji bekerja dengan tekun dan penuh perhitungan jangan sampai letak pengimaman itu tidak menghadap ke arah kiblat. Tapi setelah bangunan itu jadi banyak orang yang meragukannya. “apa betul letak pengimaman masjid ini menghadap kiblat”? demikian Tanya orang yang meragukan.pekerjaan.sonhaji. sonhaji tidak menjawab melainkan melubangi dinding pengimaman sebelah barat lalu berkata. Lihatlah ke dalam lubang ini kalian akan tahu apakah pengimaman ini sudah menghadap kiblat belum”? orang-orang itu segera melihat ke dalam lubang yang di buat sonhaji ternyata di dalam lubang itu mereka dapat melihat ka’bah yang di mekkah. Orang-orang pun pada kagum semua. Sejak itu mereka tidak berani menganggap remeh pada sonhaji dan sonhaji kemudian mendapat julukan Mbah bolong. Makam mbah sonhaji atau mbah bolong ini terletak di muka masjid agung sunan ampel.
Nama sunan ampel dijadikan nama Universitas di Surabaya. Sedang tak jauh dari masjid agung sunan ampel didirikan pengembangan bahasa dan lmu Al-Quran.
Demikian selintas mengenai sunan ampel.
Ya Allah, curahkan dan limpahkanlah keridhoan atasnya dan anugerahilah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau simpan padanya, Amin

2 comments:

Anonymous said...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Menurut kami, ide anda untuk memuat khusus tentang kisah kehidupan / biografi para Waliullah adalah sangat baik dan bermanfaat. Melihat perkembangan zaman yang seperti ini, jarang ada orang ada keinginan untuk menela'ah sejarah kehidupan tentang mereka. Semoga Allah membalas apa yang telah anda manfaatkan pada kami. Dan semoga rahmat Allah selalu tercurah untuk anda dan keluarga. Amin.
Wassalam.

Unknown said...

I like this