4/22/2009

SUNAN DERAJAT

WALISONGO V
S U N A N D E R A JA T

Nama asli Sunan Drajat adalah Raden Qosim,beliau adalah putra sunan ampel dengan dewi Candrawati. Beliau berda’wah di daerah drajat sehingga terkenal dengan sebutan Sunan Drajat. Makam beliau desa Drajat, kecamatan paciran, Kabupaten Lamongan. Raden Qosim ditugaskan Sunan Ampel untuk berda’wah disebelah barat Surabaya. Kemudian Raden Qosim naik perahu melalui gresik menuju ke arah barat.
Dalam perjalanan melalui laut itu perahu Raden Qosim diserang badai sehingga perahunya hancur dan karam. Dalam keadaan kritis tersebut Raden Qosim ditolong oleh ikan Talang. Dengan naik punggung ikan tersebut maka Raden Qosim dapat selamat dari keganasan ombak dan badai laut utara. Ikan itu membawanya ke tepi pantai yang terletak didusun jelag (Termasuk Wilayah Desa Banjarwati), Kecamatan Paciran. Di tempat itu Raden Qosim membuka pesantren baru dan banyak orang-orang yang berdatangan untuk berguru kepadanya karena cara berda’wah Raden Qosim sangat lunak, mampu mendekati rakyat awam dengan tutur kata dan budi bahasa yang halus serta sikapnya yang sopan dan ramah tamah.
Selama satu tahun di jelag, Raden Qosim mendapat petunjuk agar menuju ke selatan kira-kira berjarak satu kilo meter. Di sana beliau mendirikan langgar atau surau yang dipergunakan untuk berda’wah.
Tiga tahun kemudian Raden Qosim mendapat petunjuk dari Allah agar mencari tempat yan strategis untuk berda’wah yaitu disebuah bukit yang kemudian dinamakan Dalem Duwur. Ditempat tersebut sekarang didirikan museum yang cukup megah dengn biaya Rp 60 juta. Museum tersebut letaknya tidak jauh dengan makam Sunan Drajat. Di tempat yang disebut Dalem Duwur tersebut pengikut Raden Qosim semakin banyak, karena cara menyiarkan agama islam yang dilakukannya adalah dengan jalan damai. Orang dikumpulkan dengan cara menabuh seperangkat gamelan gending-gending dan tembang mocopat, sesudah itu baru diberi ceramah agama islam. Makin hari nama Raden Qosim makin terkenal untuk menganjurkan orang agar berjiwa social adalah sebagai berikut:
-Menehono teken marang wong kan wuto
-Menehono mangan marang wong kang luwe
-Menehono busono marang wong kang mudo
-Menehono ngiyup marang wong kang kodanan
Terjemahannya dalam bahasa Indonesia kurang lebih sebagai berikut :
-berikanlah tongkat kepada orang yang buta
-berikanlah makan kepada orang yang lapar
-berikanlah pakaian kepada orang yang telanjang
-berikanlah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan
Ajaran tersebut sangat supel artinya siapa saja bisa melaksanakannya. Orang yang awampun dapat melaksanakannya sehingga memiliki jiwa sosial. Namun bila dikupas lebih lanjut maka ajaran tersebut mempunyai makna yang sangat dalam. Terutama bagi mereka yang berilmu yang tinggi yaitu :
-Berilah petunjuk (ilmu) kepada orang yang bodoh.
-Sejahterahkanlah kehidupan raknyat yan miskin (kurang makan).
-Ajarkanlah budi pekerti atau susila kepada orang yang tidak tahu malu atau belum mempunyai budaya tinggi.
-Berilah perlindungan kepada orang-orang yang menderita.
Itulah ajaran sunan drajat .yang terkenal di kalanan rakyat. Sunan drajat dikenal sebagai salah seorang anggota walisanga, dan ikut mendirikan kerajaan islam Demak. Makam beliau terletak di desa drajat kecamatan paciran, Kabupaten Lamongan.
Ya Allah, curahkan dan limpahkanlah keridhoan atasnya dan anugerahilah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau simpan padanya, Amin

1 comment:

bangilan said...

Alhamdulillah saya bisa baca artike ini saya cari2 di web masih belum ktm ternyata ada diblog ini, trim